Bengkahinspirasiku

Kebudayaan dan adat istiadat masyarakat bengkah.

Media Informasi Warga Bengkah

bengkah

                       DESA BENGKAH

     Desa bengkah adalah sebuah dukuh kecil yang tercatat di kelurahan wonosekar kecamatan karangawen kabupaten demak jawa tengah.Desa ini di huni sekitar 500 kepela keluarga yang matoritas warganya berprofesi sebagai seorang petani.
     Berbicara soal desa bengkah ini memang tidak banyak yang tahu karena memang letak desa ini cukup terpencil jauh dari pusat perkotaan dan perkantoran. Namun jika d telusuri lebih dalam desa ini kaya akan cerita cerita bersejarah.
     Berkunjung ke desa ini akan banyak menemukan bangunan bangunan bersejarah sepeti bendungan/dam yang d bangun di jaman penjajahan belanda,loji (pos keamanan di jaman panjajah belanda),lori (kendaraan yang di pakai untuk mengangkut hasil hutan),dan masih banyak lagi yang lain.namun sangat dui sayangkan bangunan tersebut banyak yang rusak dan bahkan hilang karena ulah para oknum yang tidak bertanggungjawab.
     Begitulah keadaan desa yang penulis temukan saat berkunjung ke desa bengkah dan menyempatkan bertanya langsung dengan penduduk desa ini.mungkin pada kesempatan lain akan penulis ulas seluk beluk desa,bangunan bangunan bersejarah dan cerita cerita yang ada di dalamnya .




Asal usul desa bengkah

           ASAL USUL DESA BENGKAH


     Menelusuri asal usul desa bengkah dan menegok jauh kebelakang memang sangat menarik karena akan kita temukan banyak cerita yang menarik di dalamnya.berikut sedikit cerita yang memberi sedikit wawasan tentang asal usul desa bengkah.
     Menurut narasumber yang penulis temui menceritakan bahwa dulunya desa bengkah adalah sebuah sungai besar membentang dari timur ke barat . "Banyu kaline kumbeng kumbeng ono perahu bongkah" Yang artinya air sungai menggenang dan ada sebuah kapal pecah di sungai tersebut . Itulah kenap tempat ini di sebut bengkah . Tutur simbah H.bakoh kepada penulis.
     Di samping cerita di atas ada cerita lain mengatakan bahwa dahulu di desa ini ada sebuah pohon beringin yang sangat besar. Penduduk sekitar menganggap pohon tersebut sangat anker . Dikatakan narasumber "wit e njrembembeng pang e njrekakah " tutur mbah kumri 87th . Yang artinya pohon yang sangat rimbun hingga dahan pohon melebar kemana mana . Oleh karena itu desa ini lebih di kenal dengan desa bengkah . Begitulah mbah kumri 87th menceritakan kepada penulis.
     Begitulah menurut berbagai narasumber cerita di balik asal usul dan cerita yang berkembang di masyarakat dan itulah mengapa desa kecil ini di namakan desa bengkah .
   

Cerita pohon beringin di balik nama bengkah

   
       CERITA POHON BERINGIN DI BALIK                        NAMA BENGKAH                  


      Desa bengkah memang sangat menarik untuk di telusuri . Karena banyak sekali cerita yang menarik di dalamnya seperti halnya cerita pohon beringin yang berkembang di masyarakat dan dari cerita tersebutlah desa ini lebih di kenal dengan desa bengkah .
      Menurut cerita , dahulu di desa ini ada sebuah pohon beringin yang sangat besar . Di katakan " wit e njrembembeng pang e njrekakah " tutur mbah H. Bakoh 98th dan mbah kumri 87 th kepada penulis . Oleh karena itu desa ini di namakan desa bengkah .
       Beredar cerita bahwa pohon beringin tersebut banyak sekali di liputi misteri dan terkenal angker . Bahkan penduduk desa tidak ada yang berani mendekati dan bahkan melewati pohon tersebut di malam hari , karena memang pohon nya yang sangat rimbun sekali .
      Sampai suatu ketika ada seorang penduduk bernama mbah pojo . Beliau memang di kenal sebagai orang pinter atau mbah dukun kala itu . Mbah pojo pun memberanikan diri untuk menebang pohon beringin tersebut . Agar warga desa tidak merasa takut dan was was pada pohon beringin tersebut .
      Singkat cerita akhirnya pohon beringin tersebut berhasil di tebang oleh mbah pojo . Namun setelah pohon beringin tersebut di tebang . Malapetakapun melanda desa tersebut . Banyak penduduk desa yang meninggal dunia secara tidak wajar . " Deso banjir bathang " tutur mbah H. Bakoh artinya desa banjir mayat .
      Di ceritakan setiap hari 3 - 5 orang meninggal dunia tanpa sebab . Penduduk desa ketakutan adanya peristiwa tersebut . Bahkan ada beberapa penduduk desa spt mbah yusuf dll pindah ke desa sekitar karena peristiwa tersebut . Namu masih ada juga sebagian warga yang masih berani untuk menetap di desa ini spt mbah dol jalil ,mbah palel , dan masih ada beberapa warga lainya .
      Sampai akhirnya datanglah seorang tokoh kiyai yang memutuskan untuk menetap di desa tersrbut bernama KH. Abdulloh dimyathi . Beliau berhasil menghentikan malapetaka yang terjadi di desa ini ,yang konon caranya " mendem e di alangke " artinya jenazah e di kuburkan dengan posisi malang . Ungkap mbah kumri 87th .
      Atas jasa beliau KH. Abdulloh dimyathi di angkat oleh penduduk sebagai sesepuh desa . Dan dari peristiwa tersebut desa ini di namakan desa bengkah " njrembembeng dan njrekakah . Untuk mengenang pohon tersebut . Begitu cerit yang masih berkembang di masyarakat desa bengkah .

Bengkah di jaman penjajah

           BENGKAH DI JAMAN PENJAJAH


      Desa bengkah memang sudah ada sejak betabad abad tahun lalu dan mengalami banyak sekali peruhanan sejak jaman penjajahan belanda , Penjajahan jepang dan kemerdekaan indonesia .

JAMAN PENJAJAHAN BELANDA

    Pada jaman penjajahan belanda , desa bengkah tergolong desa yang makmur . Seperti di katakan mbah  H. Bakoh " jaman londo bengkah ki makmur " Penduduk desa hidup berdampingan bersama tentara belanda . Oleh belanda bengkah di jadikan salah satu pos keamanan dan menjadikan desa ini menjadi gudang kayu jati dan hasil hasil pertanian .
      Penjajah belanda banyak membangun pos pos keamanan . Gudang gudang . Bendungan dan juga membangun lori untuk mengangkut hasil pertanian dan hasil hutan . 
      Menelusuri desa ini masih bisa kita temukan bangunan bekas penjajahan belanda seperti bendungan . Loji ( kantor keamanan jaman belanda ) , lori ( kendaraan sejenis kereta jaman belanda ) dan masih banyak lagi . Namun sangat di sayangkan bangunan hnya tinggal puing2 nya saja . Dan bahkan banyak yang hilang akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab .
              Gbr;bendungan bekas belanda

JAMAN PENJAJAHAN JEPANG

     Berbeda keadaan dengan jaman penjajah belanda . Di jama penjajahan jepang keadaan penduduk desa bengkah sangat memprihatinkan . Kemiskina dan kelaparan melanda seluruh pelosok desa . Di ceritakan " jaman jepang bengkah sengsoro larang pangan " tutur mbah H. Bakoh artinya di jaman penjajahan jepang desa bengkah sengsara tidak ada makanan penduduk menderita .
      Penduduk desa mengalami penindasan yang di lakukan oleh penjajah jepang . Bukan hanya hasil hutan dan pertanian yang di jarah oleh penjajah jepang . Namun bangunan dan segala fasilitas nya juga ikut di jarah oleh mereka . Oleh karena penjarahan yang di lakukan penjajah jepang keadaan desa banyak mengalami kerusakan .
      Hingga akhirnya pada tanggal 16 agustus 1945 jepang menyerah pada sekutu dan indonesia berhasil merebut kemerdekaan nya . Penduduk desa pun mulai memperbaiki keadaan desa yang sudah porak poranda ulah dari penjajah jepang . Tutur mbah H. Bakoh kepada penulis 
      Dari kisah cerita , penglaman yang di alami . penduduk desa bengkah bersyukur atas kemerdekaan indonesia . Dan bagi kita para pemuda penerus bangsa  sudah sepatut nya kita bersyukur dan ikut menjaga kemerdekaan indonesia .

Bengkah sebelum mbah dimyathi datang

BENGKAH SEBELUMKH.ABDULLOH DIMYATHI DATANG


       Desa bengkah memang sudah ada jauh sebelum simbah KH. Abdulloh dimyathi
datang dan menetap di desa bengkah ini . Namun memang kebesaran nama beliau tidak bisa di pisahkan dengan desa bengkah . Pada artikel ini akan penulis bahas tentang sisi keagamaan penduduk desa bengkah sebelum kedatangan beliau .
        Penduduk desa bengkah mayoritas dan bahkan seluruhnya beragama islam . Dan Menurut cerita dari narasumber yang penulis temui sebelum KH. Abdulloh dimyathi datang ke desa ini penduduk desa mayoritas sudah memeluk agama islam . Namun belum seluruhnya menjalankan ajaran agama islam . Karena memang jaman dahulj penduduk desa lebih mementingkan mencari pangan sebagai sumber penghidupan . " jaman biyen sandang pangan larang "  tutur mbah K
. Bakoh kepada penulis .
       Penduduk desa juga sudah membangun beberapa surau surau sebagai tempat beribadah . Namun memang jumlah nya hanya tiga atau empat tempat saja . Hal itu menunjukan penduduk desa sudah ada yang memeluk islam meski hanya sebagian saja dan juga karena desa bengkah belum mempunyai sosok pemuka agama dalam penyebarannya . 
       Sampai akhirnya KH. Abdulloh dimyathi datang dan menetap di desa ini memasukkan nilai nilai ajaran islam dalam kehidupan sehari . Penduduk desa pun mulai mengamalkan ajaran agama islam . Seningga pada saat itu desa bengkah menjadi salah satu pusat penyebaran agama islam . Banyak lembaga pendidikan yang pada masa itu lebih di kenal dengan pondok sudah berdiri dan menjadi pusat pendidikan agama islam bukan hanya bagi penduduk desa bengkah dan sekitarnya tp banyak dari daerah lain datang ke desa ini untuk memperdalam ilmu agama islam .